Saturday, July 5, 2008

Raja Dan Laba-Laba

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang
raja bernama Bruce.

Dia sudah enam kali memimpin pasukannya
menuju medan perang melawan sang agresor
dari England , namun selama enam kali pertem-
puran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar
oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan
dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah
gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air
hujan menerobos dari atap rumah yang bocor
mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun
dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya
yang malang karena tidak dapat mengalahkan
musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala
daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin
pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok
kayu yang melintang diatas kepalanya, disana
ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik
laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba
yang telah enam kali berturut-turut berusaha
sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu
ujung benang ke balok kayu yang berada di sebe-
rangnya, namun akhirnya gagal juga.
"Sungguh kasihan makhluk kecil ini."
kata Bruce, "Seharusnya kau menyerah saja!"

Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun
telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung
benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti
berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya,
dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce
sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang
menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang,
lalu dengan lantang dia berteriak: "Aku juga akan
bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!"

Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan sema-
ngatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan
melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur
strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh,
dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal
menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan
musuh dan merebut kembali tanah airnya.

No comments: