Wednesday, June 4, 2008

Honda

Soichiro Honda harus menggadaikan perhiasan
istrinya untuk mempertahankan bengkelnya yang
menghasilkan piston ring. Saat Toyota menolak
piston ringnya, Honda kembali ke sekolah untuk
menyemparkan rancangannya. Saat ia membangun
pabriknya, pemerintah jepang menolak untuk
menjual karena mereka bersiap untuk perang.
Saat pabrik beroperasi, pabrik itu terbakar dua kali.
Saat dibangung kembali, gempa bumi menghancur-

kan pabriknya.

Suatu saat ada kekurangan bensin. Honda
mengikatkan sebuah mesinnya pada sebuah
sepeda untuk membeli makanan. Boom!
Jadilah sepeda bermotor yang sekarang
dikenal sebagai sepeda motor. Tetangganya
memintanya untuk merancangnya untuknya.
Sisanya adalah sejarah. Honda kemudian
mendirikan Honda Motor Company yang menjadi
penghasil sepeda motor terbesar di dunia.

Kemudian, ia beralih dengan menghasilkan
mobil. Karena sudah terlalu banyak penghasil
mobil di Jepang, pemerintah Jepang menyaran-

kan Honda untuk tidak melakukannya. Namun,
Honda terus maju dan menjadi pabrik penghasil
mobil yang sukses.

Honda memiliki lebih dari 470 penemuan dan
150 hak paten menurut catatnnya. Honda begitu
sering gagal sehingga filosofi hidupnya adalah
sukses timbul dari kegagalan. Ia meyakini bahwa
“kekerasan hati akan memutar potensi
kesempurnaan”.

“Sukses dapat diraih hanya dengan kesalahan
berkali-kali. Kesuksesan saya mewakili 1% kerja
yang dihasilkan dari 99% kesalahan”.

Soichiro Honda.

No comments: