Saturday, May 24, 2008

Sendok Kuah

John mengundang ibunya makan malam di apartemennya.
Sewaktu makan, ibunya selalu memperhatikan betapa
cantiknya teman se-apartemen anaknya John.

Sang ibu malah sudah lama memendam kecurigaan adanya
hubungan istimewa antara John dan teman se apartemennya
dan oleh sebab itu menambah keinginantahuan sang ibu
tentang hubungan anaknya itu. Hingga malam hari, sang ibu
memperhatikan bagaimana kedua insan itu berinteraksi sang ibu
mulai ber-tanya2 dalam hatinya ada apa di balik hubungan John
dan temannya itu yang tidak kasat mata.

Membaca pikiran sang ibu, John berkata,"Saya tahu apa yang
ada dalam pikiran ibu, tetapi saya jamin, Julie dan saya hanyalah
TEMAN BIASA saja."

Satu minggu kemudian , Julie mengatakan pada John,
"Sejak ibumu datang makan malam, saya tidak dapat lagi
menemukan sendok perak kuah itu.
Kau tidak akan mengira ibumu membawanya bukan."

John berkata,"Aku meragukan hal itu, tetapi untuk memastikannya
aku akan menulis surat padanya.

Lalu John menulis suratnya sebagai berikut :

Ibu yang tercinta,
Saya tidak mengatakan ibu "mengambil" sendok kuah dari
apartemenku, dan saya juga tidak mengatakan ibu "tidak mengambil"
sendok kuah itu.
Tetapi faktanya adalah bahwa sendok kuah itu raib sejak ibu datang
makan malam disini.

Beberapa hari kemudian John menerima surat dari ibunya
yang berbunyi :

Puteraku sayang.
Ibu tidak mengatakan kau "tidur" dengan Julie, dan ibu juga tidak
mengatakan kau "tidak tidur" dengannya.
Tetapi faktanya adalah bila ia tidur di tempat tidurnya sendiri, ia akan
menemukan sendok kuah itu.
Ibumu tercinta.

Pelajaran untuk hari ini ------ "Jangan membohongi ibumu"

No comments: