Suatu hari dua ekor kodok masuk ke sebuah dapur.
Mereka loncatkesana kemari. Akhirnya kodok-kodok enerjik
ini mendarat di sebuah panci besar memuat susu segar.
Tentu saja mereka berusaha untuk keluar dari panci itu.
Namun susu itu terlalu dalam sehingga mereka tak dapat
memakai dasar panci sebagai pijakan untuk meloncat keluar.
Dinding panci terlalu licin,dan bibir panci terlalu tinggi.
Akhirnya mereka hanya berenang-renang di susu itu.
Lama kelamaan mereka lelah.
Kodok yang satu merasa putus asa. Karena kelelahan dan
harapan hidupnya yang telah patah, ia pelan-pelan
tenggelam ke dasar panci. Kodok yang satunya terus
berusaha untuk menggerakkan keempat kakinya.
Ia terus berenang di permukaan susu itu.
Ia lelah tapi ia tak mau tenggelam. Ia terus berikhtiar.
Ternyata apa yang ia lakukan itu tanpa sadar sama
dengan yang dilakukan seorang pembuat mentega.
Mentega akan terbentuk dan muncul di permukaan
susu segar jika susu segar terus diaduk hingga berapa
lama. Lama-kelamaan permukaan susu mengental dan
akhirnya mengeras. Kodok itu akhirnya menemukan
bahwa permukaan susu sekarang cukup keras dan kuat
untuk menjadi landasan lompat. Lalu ia meloncat ke
luar panci dengan selamat.
No comments:
Post a Comment