Monday, May 26, 2008

ADA SAAT TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.
Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat
menghampiri Tuhan dan berkata lembut:
"Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk
menciptakan ibu ini?"
Dan Tuhan menjawab pelan:
"Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?

1) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan
dari plastik.
2) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas
dan tidak cepat capai.
3) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan
makanan seadanya.
4) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung
keluhan anak- anak dan suaminya
5) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan
hati yang sedih
6) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang
patah, dan
7) Enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng gelengkan kepalanya:
Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" ---
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan
Saya, melainkan tangan yang melayani sana
sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik.."
balas Tuhan

8) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki
seorang ibu"
"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk angguk.
"Sepasang mata yang dapat menembus pintu
yang tertutup rapat" dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?",
padahal sepasang mata itu sudah mengetahui
jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan
di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat
ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat
melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat
dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut
seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara!
Mata itu harus berkata:
"Saya mengerti dan saya sayang padamu".
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah"
"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai."

9) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri
kalau ia sakit.

10) Ia harus tetap bisa memberi makan 5 orang
dengan uang yang menipis diakhir bulan

11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun
mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi......

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu
dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan bisa engkau bayangkan betapa
banyak yang bisa ia tanggung, pikul dan derita."
"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat
memberi gagasan, idea dan berkompromi",
kata Sang Pencipta.

Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi,
"Eh, ada kebocoran di sini"
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan.
"Itu adalah air mata.... air mata kebahagiaan,
air mata kesedihan,
air mata kekecewaan, air mata kesakitan,
air mata kesepian, air mata
kebanggaan, air mata....,dan air mata...."
"Tuhan memang ahlinya....",
Malaikat berkata pelan.
Mulialah engkau wahai ibu.....


ps. if you love your mom send this to other person....

No comments: